Indonesia vs Bahrain: Kemenangan Bersejarah di GBK pada Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pertandingan sengit antara Timnas Indonesia dan Bahrain dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia berlangsung pada Selasa, 25 Maret 2025, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Laga yang penuh tensi ini berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Indonesia, menorehkan catatan penting dalam perjalanan Garuda menuju Piala Dunia 2026.

Jalannya Pertandingan

Dengan dukungan penuh puluhan ribu suporter yang memadati SUGBK, Timnas Indonesia tampil percaya diri sejak menit awal. Pelatih Patrick Kluivert—yang kini memimpin skuad Garuda—menerapkan strategi yang seimbang antara serangan terorganisasi dan pertahanan solid. Trio lini belakang Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner menjadi benteng kokoh yang sulit ditembus oleh lini serang Bahrain, sementara Thom Haye di lini tengah berperan sebagai motor kreativitas. Gol kemenangan Indonesia tercipta melalui kaki Ole Romeny, penyerang naturalisasi yang tampil gemilang. Gol tersebut lahir dari skema serangan balik cepat di babak kedua, memanfaatkan umpan terobosan akurat dari Marselino Ferdinan. Tendangan keras Romeny tak mampu dihalau oleh kiper Bahrain, Ebrahim Lutfalla, dan menggetarkan jaring pada menit ke-67. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, meski Bahrain sempat meningkatkan tekanan di menit-menit akhir. Statistik pertandingan mencatat Indonesia memiliki penguasaan bola sebesar 42,3%, sedangkan Bahrain unggul dengan 57,7%. Namun, efektivitas serangan Garuda terlihat dari tiga tembakan tepat sasaran dari total tujuh percobaan, dibandingkan Bahrain yang hanya mencatatkan satu tembakan on target dari jumlah yang sama. Pertahanan Indonesia juga tampil disiplin dengan 11 tekel dan 26 sapuan, menunjukkan kerja keras lini belakang dalam mengamankan keunggulan.

Modal Penting bagi Indonesia

Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga menjadi pembuktian bahwa Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim kuat di Grup C. Dengan tambahan tiga poin, Indonesia kini bertengger di posisi keempat klasemen sementara dengan 9 poin, meninggalkan Bahrain dan China yang masing-masing mengoleksi 6 poin. Jepang masih memimpin grup dengan 20 poin, sementara persaingan ketat terus berlangsung untuk memperebutkan tiket ke Piala Dunia. Sejarah head-to-head kedua tim menambah makna kemenangan ini. Dari delapan pertemuan sebelumnya sejak 1980, Indonesia hanya meraih dua kemenangan, dengan Bahrain unggul dalam tiga laga dan tiga lainnya berakhir imbang. Kemenangan terakhir Indonesia atas Bahrain terjadi pada Piala Asia 2007 dengan skor 2-1, juga di SUGBK, menjadikan laga kali ini sebagai pengulangan memori manis di kandang sendiri.

Kontroversi dan Psywar Jelang Laga

Sebelum pertandingan, Bahrain sempat memicu kontroversi dengan meminta laga tandang ini digelar di luar Indonesia karena alasan keamanan. Permintaan tersebut ditolak oleh FIFA, dan pelatih Bahrain, Dragan Talajic, akhirnya menyatakan timnya tetap merasa nyaman bermain di Jakarta. Talajic juga melempar psywar dengan menyebut Indonesia seperti “Timnas Belanda” karena banyaknya pemain naturalisasi, seperti Emil Audero, Ole Romeny, dan Maarten Paes, yang memperkuat skuad Garuda. Namun, psywar tersebut tak mampu menggoyahkan semangat Indonesia. Dukungan suporter yang memadati stadion, ditambah kualitas individu pemain yang terus meningkat, menjadi modal besar bagi tim untuk mengatasi tekanan dari Bahrain—tim yang baru saja menjuarai Piala Teluk 2024.

Harapan ke Depan

Kemenangan ini menjaga asa Indonesia untuk melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan tiga laga tersisa, termasuk duel krusial melawan Arab Saudi dan Australia, Garuda perlu mempertahankan konsistensi. Patrick Kluivert, dalam konferensi pers pasca-pertandingan, menegaskan bahwa timnya masih memiliki peluang besar untuk bangkit dan menciptakan kejutan. Bagi suporter, laga ini menjadi bukti bahwa Timnas Indonesia sedang berada di jalur yang tepat. Kombinasi pemain lokal berbakat seperti Marselino Ferdinan dan kekuatan pemain naturalisasi memberikan harapan baru bagi sepak bola Indonesia untuk tampil di panggung dunia. Kemenangan atas Bahrain bukan akhir, melainkan langkah awal menuju mimpi besar: Piala Dunia 2026.

Leave a Comment