Jetorbit Web Hosting

Bagaimana Mengubah Galau Jadi Kegiatan Berfaedah

Sobat muda, jaman gini masih galau ? selow. Karena yang sering galau bukan cuma kalian saja. Semua orang juga pasti pernah galau, btw. Tapi, apa yang kalian lakuin selagi galau ? merenung ? nangis? Bentak-bentak orang sekitar ? lempar sembarang benda ? atau diem aja ?

Nah, berikut bakal diulas beberapa tips buat kalian sobat muda, supaya galau kalian lebih berfaedah (dibaca-bermanfaat).

Bagaimana Mengubah Galau Jadi Kegiatan Berfaedah 1

Hindari kontak dengan sumber galau

Selama kalian galau nih, terutama masa awal-awal galau, usahakan kalian ngga melakukan berbagai macam jenis kontak dengan sumber galau kalian. Entah itu kontak mata, kontak suara, apalagi kontak fisik!  Misalkan, sumber galau kalian adalah mantan. Usahakan ngga ketemu dulu barang sehari-dua hari lah minimal. Terus, jangan juga nge-chat, atau nanyain kabarnya, apalagi kalo sampe stalking-in sosmed nya.

 Usahakan dalam waktu-waktu rentan sampe maksimal semingguan, kalian nyari fokus yang lain, selain si sumber galau ini.  Terutama kalau kalian adalah tipe orang  yang meledak-ledak, dan susah banget ngendaliin perubahan emosi& mood.  Bahaya banget kalau misalkan, kalian gasengaja ngelakuin hal-hal yang nggak-nggak (misalkan, mukul, nangis cengengesan) sama sumber galau kalian ini. Paling parah, kalau tanpa kalian sadar, kalian malah mempermalukan diri sendiri di depan sumber galau. (misalnya; nangis gajelas, ngoceh gajelas, dan tampil berantakan di depan sumber galau). Bener-bener menurunkan harkat dan martabat kalian sendiri nantinya, sobat!

Hindari Merenungi sumber galau  terlalu lama

Tips satu ini, jadi senjata utama untuk kalian buat lebih ke ngelupain sementara perasaan galau kalian. Bukannya ngggak peduli sama perasaan sendiri  yaa, tapi lebih ke mengendalikan diri supaya ngga terlalu terbeban sama pikiran yang nggak-nggak juga.  Jangan sampai waktu kalian, berjalan sia-sia (dibaca-kebuang) buat diam merenungi sumber galau doang, apalagi sampe berjam-jam. No way! Boleh merenungi masa lalu, tapi jangan lupa juga, kalau masa depan juga masih perlu diperjuangkan.

Mending kalo dengan merenung itu, kalian bisa dapet ide positif atau motivasi. Tapi kalo cuman ujung-ujungnya nangis lagi, kesel lagi, buat apa ? Meluangkan waktu sejenak untuk diri sendiri memang penting, terutama untuk meluapkan perasaan biar gak beban. Tapi ingat, jangan sampai terlalu berlebihan yaa, gaes! Kalian juga bisa mengalihkan perhatian kalian bair gak merenung, dengan cara mencari aktivitas lain yang lebih mengasah kemampuan kalian dsb. Coba deh, cari kesibukan baru untuk menghilangkan sejenak pikiran-pikiran galau kalian. Misalnya, mulai dari merawat diri sendiri, dan mengenali diri sendiri dulu. Karena, kita perlu cukup mengenali diri sendiri, untuk bisa berinteraksi dengan baik bersama orang lain.

Temukan penyaluran galau yang tepat

Sobat muda, kita mesti buang sampah pada tempatnya. Begitu juga galau, harus disalurkan pada tempatnya. Karna, kalau salah cara atau tempat penyalurannya, bisa merugikan kita juga nantinya. Jangan pernah berpikir untuk melukai sendiri, atau menghancurkan diri sendiri kalau kalian lagi galau. Karena, kita harus menghargai diri kita sendiri terlebih dahulu, sebelum bergerak untuk bahagia. Kalau bukan kita yang mulai untuk mencintai diri sendiri, kita gak bakal bisa nerima cinta orang lain ke kita (percaya deh !).

Masa lalu memang abadi, tapi masa depan masih belum pasti. Jadi, kalau kalian gak pengen masa depan kalian adalah hasil copas-an masa lalu kalian (sama buruknya), mulailah dari mencintai diri kalian terlebih dahulu. Dalam fase galau ini, sebenarnya gak penting yang kalian lakukan itu apa, selama itu positif. Minimal kalian bergerak, mengeluarkan tenaga untuk berpindah tempat dan merenggangkan otot tubuh. Karena, diam dan mentok merenung, bener-bener gak ada gunanya, kawan. Setelah itu, mengembangkan diri sesuai minta dan bakat, adalah cara penyaluran galau yang 99% tepat.

Salah satu contohnya kalau kamu orang yang suka foto, yaudah, take foto aja iseng-iseng. Atau kalian suka menulis ? tulis aja iseng-iseng. Banyak lho kisah sukses tokoh besar, berawal dari iseng-iseng yang positif. Melalui pengembangan diri sendiri, kalian bisa menemukan jati diri sendiri, terutama buat kamu, remaja yang menderita sakit galau ini.  Perbaiki kualitas diri secara positif, entah itu kualitas fisik atau psikis. Tapi kembali lagi ke diri sendiri, kualitas seperti apa yang yang kalian butuhkan dan inginkan, serta kalian mampu untuk capai ? tergantung diri kalian sendiri. Yang pasti itu, POSITIF!

Sempatkan introspeksi diri di waktu senggang

Setelah kalian memiliki kegiatan yang cukup untuk menyalurkan rasa galau kalian, next step adalah introspeksi diri. Memang dengan cara merenung, tapi, kalian harus lebih objektif dalam hal ini. Mulai dari melihat beberapa titik kunci alasan kalian galau. Apa memang karena perbuatan orang lain (sumber galau) ? apa karena kualitas diri kalian yang rendah (mudah tersinggung, sensitive, tidak percaya diri) ? atau karena hal lain ? coba temukan alasan itu secara pelan dan objektif.

Jangan buru-buru menyalahkan orang lain atas perasaan galau yang kalian rasakan. Karena yang sepenuhnya bertanggung jawab dengan hidupmu, ya kamu sendiri. Kalau kamu sampai sakit hati dan galau karena orang lain, berarti kamu telah mengijinkan orang lain untuk melakukan itu atas hidup dan perasaanmu. Jangan juga langsung memvonis diri sebagai pribadi yang buruk. Jika tahap ini sangatlah sulit untuk kamu lakukan sendiri, cobalah untuk minta pendapat orang terdekatmu yang benar-benar bisa kamu percayai.

Persiapkan diri untuk menjadi lebih berkualitas!

Sebagai manusia, kita gabisa lepas dari yang namanya naik turun emosi. Wajar aja, kalau kalian down dan ngerasa galau. But, at least kalian ngga melampiaskan kegalauan kalian itu ke hal negatif yang justru merugikan diri kalian sendiri, bahkan orang lain. Dengan rasa down (galau )ini, sebenarnya dapat kalian manfaatkan untuk membangun serta memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Lelah untuk melangkah itu wajar, namun jangan sampai berhenti terlalu lama dan memutuskan untuk menyerah.

Kalian harus mampu membangun kepercayaan diri, bahwa kalian bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi setelah ditimpa kesedihan (baca-ngegalau). Dan, tunjukkan pada dunia, bahwa kalian tidak menyerah, bahwa kamu, bisa menjadi seorang yang lebih dari yang kemarin,  keep moving on!

Add Comment